Tren Kompor Tanam dalam Desain Dapur Modern

, sarae.id

Kompor tanam atau built-in stove adalah kompor yang pemasangannya langsung ke dalam badan meja dapur. Berbeda dari kompor konvensional yang diletakkan secara freestanding, kompor tanam memiliki desain yang seamless dan membuat keseluruhan dapur tampil lebih canggih. Kompor tanam banyak digemari oleh masyarakat modern selain karena tampilan yang lebih rapi, kompor ini memiliki tipe yang dapat dioperasikan dengan gas ataupun listrik. Tipe kompor tanam juga hadir dengan berbagai fitur teknologi unik seperti alarm dan timer yang dapat diatur untuk mencegah masakan hangus atau terlalu lama dimasak. Namun, sebelum memutuskan untuk memilih tipe kompor ini, sebaiknya anda mengetahui dengan jelas kelebihan dan kekurangan built-in stove jika dibandingkan dengan kompor konvensional biasa. Tentunya terdapat beberapa plus dan minus dari kompor tanam dan juga kompor konvensional. Berikut dibawah ini adalah beberapa poin lengkapnya, mari disimak!

Kompor Tanam (Built-in)

, sarae.id
source: ajmadison-com

Tampilan Seamless, Modern dan Rapi

Seperti yang telah disebutkan juga pada awal pembuka paragraf, salah satu kelebihan kompor tanam yang sangat menonjol adalah tampilan yang lebih rapi karena dipasang pada level permukaan meja / island dapur. Dipasang dengan organisasi yang sudah jelas peletakannya sehingga juga memudahkan dalam memasak dan menggunakan peralatan memasak tersebut. Sambungan kabel listrik dan gas juga tersembunyi dengan rapi di dalam bawah kompor tanam itu sendiri. Sehingga dapur terlihat compact dan minimalis. Selain itu, material finishing dari kompor tanam dapat dipilih yang serasi dengan material finish dari counter top island dapur. Beberapa material yang banyak digunakan adalah keramik, stainless steel dan lainnya. Peletakan yang sudah ‘pasti’ membuat organisasi lainnya dalam dapur dapat langsung mengikuti. Misalnya dimana harus meletakkan cooker hood, rak bumbu, sink cuci dan lainnya. Kelengkapan fungsi pada dapur diletakan mengikuti dari titik kompor tanam itu sendiri.

Memiliki Banyak Fitur

Kompor tanam memiliki dua tipe, tipe gas dan listrik sebagai sumber energi. Beberapa fitur yang ada dalam kompor tanam adalah pengaturan waktu/timer dan alarm yang dapat mencegah masakan anda hangus ataupun dimasak terlalu lama. Selain itu terdapat juga beberapa kompor tanam listrik yang memiliki fitur bluetooth untuk menghubungkan timer dengan smartphone anda yang membuat mati nyala kompor dapat dikendalikan dari jauh. Pengaturan panas sesuai yang diinginkan misalnya, panas hanya dibagian atas, hanya dibagian bawah, dan lainnya sesuai dengan menu apa yang sedang kita masak.

Lebih Mudah Dibersihkan

Salah satu kelebihan menggunakan kompor tanam adalah kemudahan dalam membersihkannya. Kompor tanam terutama yang telah terintegrasi dengan teknologi digital, biasanya tidak menimbulkan banyak residu seperti sisa minyak di dalam kompor dan sisi bawah peralatan memasak. Kompor tanam pun dapat dibersihkan dengan mudah karena permukaan yang rata dan sudut yang tidak terlalu banyak.

, sarae.id
Source: qanvast-com

(-)

Instalasi yang Lebih Sulit dan Tidak Portable

Pemasangan kompor tanam lebih sulit dan idealnya membutuhkan jasa profesional. Dibandingkan dengan kompor konvensional yang hanya diletakan diatas meja dapur, kompor tanam membutuhkan teknik pemasangan, pengukuran dimensi dan beberapa penyesuaian lainnya agar dapat terpasang dengan baik. Kompor tanam yang telah ditanam pada satu titik tertentu tidak dapat dipindah atau digeser sehingga harus dipastikan terlebih dahulu posisi yang tepat.

Cenderung Lebih Mahal

Dari segi harga, kompor tanam memang memiliki rentang harga yang lebih mahal dibandingkan dengan kompor konvensional, dikarenakan material, teknologi dan fitur yang terdapat pada tipe kompor ini. Selain itu range harga juga dipengaruhi oleh jumlah sumbu kompor dan dimensi dari kompor itu sendiri secara keseluruhan. Biasanya kompor tanam dapat dipilih dari minimal 1 – 8 sumbu  (burners) Terdapat pula kompor tanam sekaligus oven pada bagian bawah kompor.

Maintenance & Care

Kompor tanam dapat mudah rusak apabila kena air atau kebocoran cairan kedalam. Selain itu kompor tanam harus dibersihkan secara rutin dengan menggunakan kain kering ataupun cairan pembersih yang lembut dan tidak mengandung alkohol sehingga merusak permukaannya.

 

, sarae.id
Source: ajmadison-com

Kompor Konvensional (Freestanding)

, sarae.id
Source: Sakti Desain – com

Mudah Dipasang dan Dipindahkan

Jika dibandingkan dengan kompor tanam, kompor freestanding memiliki kelebihan yang menonjol yaitu dari segi pemasangannya. Seperti yang telah kita ketahui, kompor tradisional hanya memerlukan ruang atau area dimana ia akan diletakkan. Tanpa perlu jasa profesional ataupun tukang, setiap penghuni rumah bisa langsung membeli dan menggunakannya di dalam dapur. Selain itu, kompor tipe ini dapat dipindahkan atau digeser walaupun juga cukup sulit jika terlalu jauh dari jangkauan kabel gas, namun masih lebih memungkinkan dibandingkan dengan kompor built-in. 

Harga Terjangkau

Jika dibandingkan dengan kompor tanam, kompor freestanding memiliki kelebihan yang menonjol yaitu dari segi pemasangannya. Seperti yang telah kita ketahui, kompor tradisional hanya memerlukan ruang atau area dimana ia akan diletakkan. Tanpa perlu jasa profesional ataupun tukang, setiap penghuni rumah bisa langsung membeli dan menggunakannya di dalam dapur. Selain itu, kompor tipe ini dapat dipindahkan atau digeser walaupun juga cukup sulit jika terlalu jauh dari jangkauan kabel gas, namun masih lebih memungkinkan dibandingkan dengan kompor built-in. 

, sarae.id
sourceL liputan6.com

(-)

Bulky Look

Jika tampilan modern adalah yang paling disukai dari kompor tanam, tampilan bulky dari kompor tradisional adalah salah satu kekurangan dari tipe ini. Agak sulit untuk mencapai tampilan modern yang rapi dan flat jika memutuskan untuk menggunakan kompor ini. Selain tampilan yang timbul lebih tinggi dari garis permukaan meja dapur, sambungan pipa gas pun terlihat kurang cantik dan elegan.

Gas Problem

Kompor konvensional terkadang memiliki beberapa kendala pada sumbu gasnya. Misalnya karena ga tersangkut sehingga sulit untuk dinyalakan atau harus dipantik terlebih dahulu dengan gas portable. Nyala kecil dan besarnya api juga kadang tidak dapat dikontrol dengan baik. Membuat api lilin akan lebih sulit dengan tipe kompor ini, walaupun panas api lebih baik pada tipe kompor ini.

, sarae.id
source: webstaurantstore-com

Setelah mempelajari berbagai poin plus dan minus pada kedua tipe kompor, manakah yang lebih sesuai dengan selera dan kebutuhan anda? Setiap kompor memiliki kelebihan, kekurangan dan fungsi yang dapat dipilih sesuai dengan desain yang ingin dicapai, kebiasaan memasak, dan preferensi masing-masing mengenai fitur dan penggunaan energinya. Kompor tanam listrik dapat menghemat biaya bulanan gas di rumah anda, namun pastinya akan teralihkan ke biaya listrik dan sebaliknya dengan kompor gas. Kompor listrik akan langsung tidak dapt digunakan saat mati atau putus listrik tidak seperti kompor gas yang manual.

Bukan hanya dari segi sumber energi, kompor tradisional yang portable lebih cocok bagi anda yang masih dalam proses menyewa tempat tinggal, misalnya menyewa rumah ataupun apartemen. Untuk anda yang lebih cepat bosan dengan satu layout interior pun lebih ideal untuk menghindari kompor tanam karena tidak dapat dipindahkan dengan mudah. Perhitungkan pula risiko jangka panjangnya sebelum memutuskan untuk memilih dan menggunakan tipe tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Gratis