<link rel="alternate" type="text/xml" href="https://sarae.id/en/blog/feed">

Tips Memilih Material untuk Flooring


oleh Admin pada 10 April 2019

pada : flooring

Tips Memilih Material untuk Flooring | SARAÈ Blog
via: armstrongflooring

Flooring menjadi elemen yang penting pada interior, memilih material untuk flooring haruslah yang memiliki durabilitas yang tinggi karena aktifitas sehari-hari yang tidak bisa dipisahkan darinya. Material untuk flooring tentunya beragam, dari mulai tegel yang membawa kesan vintage, marmer atau granit yang membawa kesan mewah, acian yang mengesankan vibes industrial, kayu atau vinyl yang mengesankan hangat pada ruangan.

Kira-kira trend apa saja ya yang sedang populer pada tahun 2019 ini untuk melengkapi interior lantai anda? Ada begitu banyak bahan untuk lantai yang bagus yang bisa anda pilih agar tidak ketinggalan trend interior di tahun ini, yuk kita simak daftarnya berikut ini:

 

1. Lantai Acian Poles

via: Pinterest

Untuk anda yang berencana melakukan penghematan pada budget interior agar biaya untuk pembangunan interior bisa ditekan dan lebih murah. Memilih lantai acian poles adalah opsi yang paling tepat. Saat ini sudah banyak sekali restoran, working space hingga hunian yang memakai lantai acian sebagai bahan finishing flooring. Selain tampilannya unik tentunya biaya untuk interior yang dikeluarkan juga lebih ramah bagi kantong perawatan untuk acian poles ini sangat mudah, tahan terhadap gesekan, dan warnanya netral sehingga mudah sekali dipadu-padankan dengan berbagai warna furnitur.

Namun apabila ada berencana mengaplikasikan acian poles pada finishing  lantai ada beberapa hal yang perlu perhatian ekstra di antaranya:

  1. Aplikasi dari acian poles ini sebaiknya pada ruangan yang bisa dipastikan kering dan tidak bersentuhan langsung dengan air.

  2. Seiring waktu apabila terdapat aktifitas yang cukup berat akan muncul retakan-retakan rambut yang memerlukan finishing ulang, oleh karena itu saat pembuatan harus dipastikan kandungan air dalam adonan semen cukup, kandungan air yang cukup akan menghindari kemungkinan retak di kemudian hari. Memberi lapiasan coating juga bisa meningkatkan durabilitas semen acian.

via: lamaisongourmet

Permukaan semen acian yang di-coating, tampilannya lebih mengkilap dan lebih tahan lama dari retakan!

  1. Proses pembuatannya yang cenderung memakan waktu, Pertama kali pengaplikasian, dilakukan proses pengacian pada lapisan dasar plasteran lantai. Setelah cukup kering dan kuat (umumnya setelah didiamkan selama dua bulan), kita bisa masuk tahap selanjutnya yaitu melakukan pemolesan menggunakan mesin poles marmer, proses ini melibatkan bahan cairan khusus yang akan menciptakan tampilan akhir yang mengkilap.

  2. Skill tukang yang mengerjakan harus mumpuni.

 

2. Homogeneous Tile (HT)

via: renonation

Material jenis ini belakangan sudah menggantikan kepopuleran keramik untuk dipilih sebagai material flooring. Sebetulnya HT merupakan salah satu bentuk dari material keramik juga, karena keduanya sama-sama berbahan dasar tanah liat dan pasir kuarsa. Perbedaan antara keduanya hanyalah pada saat proses pembakaran, di mana HT dibakar dengan suhu yang jauh lebih tinggi dibanding pembakaran keramik. Hal ini menjadikan HT lebih padat, memiliki durabilitas yang tinggi, sedikitnya pori-pori. Karena karakternya seperti itu maka HT lebih tahan terhadap lembap, mudah dibersihkan dan tahan terhadap noda.

 

3. Tegel Klasik

via: rooang

Tegel klasik saat ini juga sedang naik daun digunakan di berbagai ruangan sebagai bahan penutup flooring. Memakai tegel klasik sebagai bahan penutup lantai ini akan menjadikan ruangan lebih terasa berwarna dan memberikan tampilan unik karena terdapat motif-motif dengan perpaduan warna yang menarik dari tegel klasik ini. Umumnya aplikasi tegel ini juga dikombinasikan dengan material lantai acian poles untuk menimbulkan kesan balance pada interior. Kombinasi tegel klasik dengan acian akan menjadikan ruangan terasa tidak penuh.

via: apollo

Untuk mempelajari tegel lebih lanjut, klik di sini.

 

4. Kayu/Parquet dan Vinyl

via: money

Material kayu sangat cocok dipilih untuk penutup lantai apabila anda menginginkan kesan dari ruangan yang hangat, kayu parquet adalah yang paling cocok untuk digunakan sebagai pentup lantai, ada beberapa jenis kayu parquet, di antaranya:

  1. Parquet Solid, 100% kayu original

  2. Parquet Enginereed, mempunyai lapisan tipis/veneer pada lapisan pertama, sedangkan di bagian bawahnya menggunakan multipleks

Umumnya kayu yang dipakai sebagai bahan utama Parquet adalah jati, sonokeling, white-oak, dan whole nut.

Sedangkan Vinyl sendiri adalah material flooring yang terbuat dari bahan PVC atau Polivinil Klorida, Vinyl ini sering disebut-sebut sebagai ‘tiruan’ dari Parquet. Hal ini karena tampilan Vinyl menyerupai flooring dengan Parquet, namun Vinyl memerlukan biaya yang lebih sedikit jika dibandingkan menggunakan bahan Parquet. Keunggulan lainnya dari Vinyl adalah perawatannya yang lebih mudah jika dibanding Parquet yang mesti dipoles dalam beberapa waktu sekali untuk mengkilapkan dan agar terhindar dari rayap.

Untuk mempelajari flooring kayu/parquet dan vinyl, klik di sini.

 

5. Batu Alam

via: worldofstones

Ada beberapa pilihan batu alam untuk material penutup lantai, namun yang paling populer adalah bahan yang berasal dari batu granit dan marmer. Keduanya sangat pas apabila anda ingin menghadirkan kesan mewah atau luks pada ruangan.

 

6. Terrazzo

via: theplan

Terrazzo adalah material komposit atau material yang merupakan hasil rekayasa dari penggabungan dari dua atau material yang berbeda. Karakter dari Terrazo ini adalah mengkilap, tahan air serta tahan lembab.

Untuk mempelajari Terazzo lebih jauh, klik di sini.

 

7. Epoxy

via: Google

Epoxy adalah jenis bahan kimia jenis resin yang diproses dari polimerisasi serta epoksida yang biasa digunakan sebagai bahan perekat, coating, ataupun cat untuk berbagai material. Dalam penerapannya, Epoxy sering dicampurkan dengan bahan pengeras agar merubah karakternya cair menjadi padatan, dan membuatnya menjadi semakin kuat serta tahan terhadap suhu yang tinggi, serta memiliki tahanan terhadap reaksi kimiawi. Karakter material Epoxy ini adalah bahannya yang memberi kesan mengkilap seperti kaca.

 

So, kira-kira jenis flooring mana yang paling cocok untuk anda! Jika masih kebingungan silakan segera berkonsultasi dengan ahlinya agar memperoleh solusi yang tepat untuk tampilan yang maksimal.

 

“Jangan terburu-buru dalam menentukan material flooring, karena material tersebut akan bertahan selamanya di situ. Sehari-hari kita akan melihat dan beraktifitas di antaranya. Oleh karena itu pilihlah yang sesuai dengan karakter anda dan sesuaikan dengan budget yang anda miliki.”

-SARAE Interior Design


<< Kembali ke blog


KATEGORI